Jaga Budaya, Museum Maros Dapat DAK Kementerian Rp450 Juta

Museum Daerah Kabupaten Maros sebagai bentuk usaha pelestarian benda warisan budaya lokal mendapat perhatian khusus dari Kementrian Kebudayaan Republik Indonesia.

Di tahun 2019 ini, Museum Daerah Maros menjadi salah satu dari 111 Museum penerima Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik Biaya Operasional Penyelenggaraan Museum sebanyak Rp. 450 juta.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata (Disbudpar) Maros, Ferdiansyah, selasa (19/2/2019). Ia mengatakan, hal ini tentunya disambut baik Pemerintah Kabupaten Maros karena dengan adanya DAK BOP Museum 2019 ini tentunya akan lebih menghidupkan pengelolaan dan pemeliharaan Museum Daerah.

“Masyarakat utamanya generasi muda akan merasakan manfaat keberadaan Museum Daerah tersebut sebagai suatu kebutuhan Pendidikan, Sejarah dan Budaya,” ujar Ferdiansyah.

Bantuan ini diharapkan agar daerah penerima DAK bersungguh-sungguh dalam melaksanakan amanah ini sehingga Museum akan menjadi suatu kebutuhan bagi masyarakat seperti halnya di Negara maju.

Ia menyampaikan, DAK ini diberikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia dalam upayanya untuk menggeliatkan Kebudayaan yang ada di pelosok Tanah Air.

“Besaran anggaran sesuai yang ada dalam Undang-Undang No 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan yang besarannya tergantung dari type Museum yang dimiliki Daerah,” katanya.


Sumber : Gosulsel.com

Seorang pria sederhana

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *