Masjid Tua Urwatul Wutsqa, Tempat Wisata Religi Kabupaten Maros Sulawesi Selatan

VISITmaros.com – Masjid Lompoe atau juga dikenal dengan nama masjid Urwatul Wutsqa, merupakan salah satu masjid tertua di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Masjid ini dibangun tahun 1854 oleh Raja Turikale ke-4, Karaeng Andi Sanrima Daeng Parukka yang bergelar Syekh Abdul Qadir Jaelani.

Saat dibangun tahun 1854, awalnya masjid ini diberi nama masjid Lompe, yang selanjutnya berganti nama menjadi masjid Urwatul Wutsqa dikemudian hari. Berdiri kokoh hingga saat ini, bentuk asli arsitektur masjid masih tetap dipertahankan. Meski sebagian besar bahan awal sudah diganti, namun bentuk dan modifikasi tetap menyerupai bentuk aslinya.

Foto : Bangunan masjid Urwatul Wutsqa

Salah satu yang menjadi ciri khas dari arsitektur masjid tertua di Kabupaten Maros ini, adalah pintunya.  Selain pintu utama dibagian luar, juga terdapat 11 pintu di dalam masjid yang bisa digunakan oleh jamaah untuk masuk kedalam ruangan utama masjid.

11 pintu dibagian dalam masjid tersebut, memiliki ornamen indah berupa ukiran kaligrafi Al-Quran yang berbeda disetiap pintu. Ukiran kaligrafi disemua pintu bertuliskan 20 doa serta 9 aliran tarekat diseluruh dunia. Adapun pintu bagian luar dan jendela luar, bentuknya sangat kental dengan pengaruh arsitektur Belanda. Sementara bagian atap atau kubah masjid , lebih menyerupai arsitektur masjid tua yang terdapat di Pulau Jawa, khususnya masjid Demak di Jawa Tengah.

Salah satu bentuk asli yang masih dipertahankan dari masjid ini adalah bentuk mimbarnya. Hanya saja sedikit mengalami perubahan bentuk, dengan ukuran lebih kecil dari mimbar aslinya. Bagian atas mimbar, terdapat sebuah ornamen buah Nenas yang masih merupakan bentuk asli. Buah Nenas tersebut memiliki folosofi kehidupan dan keagamaan sebagai lambang perekat yang bisa mempersatukan dan mengikat satu sama lain.

Foto : Bagian atas mimbar masjid dengan tulisan kaligrafi dan ornamen buah Nenas

Dibagian belakang masjid, terdapat ratusan makam keturunan raja-raja Turikale, termasuk makam Raja Turikale ke-4 Andi Sanrima Daeng Parukka yang bergelar Syekh Abdul Qadir Jaelani, sang pendiri masjid Urwatul Wutsqa.

Mengenai sejarah pendirian masjid, Imam masjid Urwatul Wutsqa ke-12, Andi Muhammad Hidayat, menjelaskan masjid Urwatul Wustqa awalnya merupakan masjid kerajaan, yang didirikan oleh Raja Turikale ke-4, Andi Sanrima Daeng Parukka. Pembangunan masjid kala itu diprakarsai sendiri oleh pihak kerajaan, tanpa melibatkan masyarakat banyak dalam pembangunannya.

Keberadaan masjid tua Urwatul Wutsqa di Kabupaten Maros ini, sekaligus merupakan tempat persebaran tarekat Khalwatiyah Samman di Kabupaten Maros. “Masjid ini merupakan masjid pertama tempat penyebaran tarekat Khalwatiyah Samman”, tutur Andi Muhammad Hidayat.

Dibangun sejak 164 tahun yang lalu, masjid ini sudah beberapa kali mengalami renovasi. Renovasi terakhir dilakukan tahun 1999 lalu. Meski demikian bentuk dan keaslian bangunan tetap dipertahankan.

Masjid Urawtul Wutsqa menjadi pilihan wisata religi jika berkunjung di Kabupaten Maros. Masjid ini terletak  di Kecamatan Turikale, Kelurahan Boribellaya. Lokasi masjid sangat strategis dan mudah dijangkau oleh kendaraan umum. Sehingga pengunjung yang ingin datang ketempat ini, tidak akan menemui kesulitan, karena letaknyapun tidak jauh dari pusat kota Maros.

Foto : Bagian depan masjid

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *