MoU Pengembangan Pariwisata, Sembilan Objek Wisata Maros Masuk Prioritas Pengembangan Wisata Bartaraf International

VISITmaros.com – Pemerintah Kabupaten Maros, turut menandatangi nota kesepahaman memorandum of understanding (MoU) pengembangan pariwisata terintegrasi bertaraf international pemprov Sulsel, di ruang Sandeq hotel Clarion Makassar, Selasa 4 Desember 2018 lalu.

MoU ditandatangani Sekertaris Daerah (Sekda) Kabupaten Maros, Baharuddin, dan turut dihadiri Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Maros, Kamaluddin Nur, serta sejumlah pejabat dan staf lainnya.

Dalam penandatangan MoU tersebut,sebanyak sembilan objek wisata di Kabupaten Maros masuk dalam prioritas pengembangan pariwisata terintegrasi bertaraf international. Baik itu terkait wisata alam, wisata budaya, wisata religi, wisata sejarah dan purbakala, hingga wisata industri kreatif.

Foto : Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Maros, Kamaluddin Nur, saat menghadiri penandatanganan MoU pengembangan pariwisata bertaraf international.

Untuk pengembangan wisata alam, lima objek wisata Kabupaten Maros masuk dalam pengembangan pariwisata bertaraf international, yakni Rammang-rammang, Kebun Raya Pucak, Geopark Karst Maros-Pangkep, Balai Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung Kabupaten Maros, dan Taman Wisata Alam Bantimurung.

Sementara untuk wisata budaya, tradisi Katto Bokko Balla Lompoa Kassi Kebo, menjadi satu-satunya objek wisata budaya yang masuk dalam pengembangan wisata budaya bertaraf international. Begitupun halnya dengan Masjid Tua Urwatul Wustqa di Kecamatan Turikale. Masjid tua yang dibangun tahun 1854 oleh Raja Turikale ke-4 ini, masuk dalam pengembangan wisata religi bertaraf international di Kabupaten Maros.

Disektor pariwisata sejarah dan purbakala, gua prasejarah Leang-leang Kabupaten Maros menjadi objek wisata yang menjadi prioritas pengembangan wisata bertaraf international. Untuk pengembangan wisata industri kreatif, kawasan kuliner pantai tak berombak (PTB) merupakan objek wisata buatan yang masuk dalam MoU pengembangan wisata bertaraf international.

MoU pengembangan wisata terintegrasi bertaraf international tersebut, digelar Dinas Kebudayaan dan Parisawata Pemprov Sulsel untuk melakukan pengembangan wisata diseluruh kabupaten kota di Sulsel, termasuk di Kabupaten Maros. Penandatanganan MoU melibatkan sembilan belas kabupaten kota di Sulsel, dan berbagai stakeholder lainnya.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *