Museum Daerah Kabupaten Maros Kebagian DAK Dari Kementerian Kebudayaan RI

Situs Bangunan Museum Daerah Maros

VISITmaros.com – Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia memberi perhatian khusus terhadap Museum Daerah Kabupaten Maros, dengan menyalurkan Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk pengembangan museum.

Museum Daerah Kabupaten Maros mendapat Dana Alokasi Khusus (DAK) non fisik sebagai biaya operasional penyelenggaraan museum sebesar Rp 450 juta, untuk anggaran pelestarian warisan budaya lokal.

Museum Daerah Kabupaten Maros menjadi salah satu dari 111 museum penerima DAK di Indonesia tahun 2019.

Kucuran dana tersebut disambut positif Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Maros, Muh Ferdiansyah. Ia mengemukakan kucuran DAK itu, akan digunakan untuk pengelolaan dan pemeliharaan museum agar kedepannya lebih baik lagi.

Ferdiansyah berharap masyarakat Maros, khususnya generasi muda merasakan manfaat museum daerah sebagai suatu kebutuhan pendidikan, utamanya dalam memahami sejarah dan budaya.

Sementara itu, Dirjen Kebudayaan, Hilmar Farid dalam sambutannya pada acara Sosialisasi Persiapan Pelaksanaan DAK non Fisik BOP Museum dan Taman Budaya di Hotel Menara Peninsula Jakarta 18-21 Februari 2019, berharap agar daerah penerima DAK, menjalankan amanah dengan baik dengan menggunakan anggaran tersebut untuk pengelolaan dan pengembangan museum, serta menjadikan museum sebagai suatu kebutuhan bagi masyarakat seperti halnya di Negara maju.

Hilmar Farid juga menyampaikan, DAK yang diberikan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, merupakan salah satu upaya dalam menggeliatkan kebudayaan yang ada di berbagai pelosok Tanah Air. Sebagaimana yang tertuang dalam Undang-Undang No 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan yang besarannya tergantung dari type Museum yang dimiliki Daerah.

Bangunan Museum Daerah Maros tampak dari arah Barat
Foto : Bangunan Museum Daerah Kabupaten Maros

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *