Penasaran Dengan Koleksi Museum Daerah Maros? Ini Dia Koleksinya

VISITmaros.com – Museum Daerah Kabupaten Maros, berlamat di Jalan Ahmad Yani Nomor 1 Kabupaten Maros. Lokasi Museum berhadapan langsung dengan Mapolres Maros.

Selain bangunannya yang sudah tua yang berasal dari peninggalan Jaman Belanda, Museum Daerah Kabupaten Maros juga merupakan salah satu bentuk peninggalan Arkeologi yang berwujud Unmovable Object atau artefak yang tidak dapat dipindahkan.

Berkunjung di Museum Daerah Kabupaten Maros, koleksi yang dapat anda lihat diantaranya koleksi Arkeologi berupa artefak batu dan fragmen Gerabah dari Desa Sabila Kecamatan Mallawa, Artefak Cangkang Mollusca yang menjadi sampah dapur manusia lampau masa Mesolitik di Leang Barakka Desa Salenrang Kecamatan Bontoa.

Selain itu ada juga Koleksi Teknologi peralatan Rumah Tangga peninggalan Kerajaan Turikale berupa cerek kuningan dan setrika bara.

Koleksi Etnografi berupa peralatan dapur tradisional dari bahan tanah liat (gerabah) yang digunakan masyarakat tradisional Kabupaten Maros juga bisa dijumpai di Museum ini, seperti Baranneng (gentong), Dapo’ (tungku), Pappalluang (periuk), Pammaja’ (wajan), Paddupang (pembakaran dupa), cere’ (kendi), panne (piring), katoang (nampan) dll.

Ada juga Koleksi Etnografi lainnya berupa Koleksi Alat Pertanian Tradisional, seperti Assung (lesung) yang merupakan alat penumbuk padi yang terbuat dari batang kayu. Dan jenis Assung yang terbuat dari batu digunakan sebagai alat penumbuk biji-bijian dan membuat tepung.

Selain Assung, ada juga Pajjeko atau Rakkala sebagai alat membajak sawah, Salaga/Jakka untuk menghaluskan dan meratakan tanah, Pa’gilingang terbuat dari batu andesit, Pareppa Ampiri atau alat pemecah kemiri, Katto’-katto’, baku’, bingkung (cangkul), rakkapeng (ani-ani).

Koleksi anyaman tradisional seperti Baku’, sinjakape (wadah rempah), pattapi (tampi), saraung (topi tani),tappere (tikar).

Beberapa koleksi pusaka benda tajam seperti Badik Bugis dan Makassar serta Parang juga terpajang di Museum ini.

Hingga Koleksi alat transportasi tradisional juga bisa ditemukan di Museum Daerah Maros seperti Sepeda Pagandeng, atau pedagang/petani yang membawa hasil bumi dengan dilengkapi dua keranjang, serta Bendi atau Dokar sebagai angkutan tradisional beroda dua dan ditarik dengan kuda.

Beberapa koleksi foto juga dipamerkan di Museum ini, seperti gambar Maros Rivier Te Maros sumber KITLV Netherlands yang memperlihatkan kondisi sungai Maros sebelum adanya jembatan pada tahun 1900 dengan lokasi gambar diperkirakan diambil dari lokasi samping Polres Maros.

Serta gambar De Brug Bij Maros yang menggambarkan kondisi sebuah jembatan tahun 1920 yang menjadi cikal bakal Jembatan Tua di Samping Polres Maros. Dan Gambar Benteng Valkenburg Maros tahun 1930 lokasi diperkirakan sekitar SMAN 1 Maros.

Adapula gambar Waterval Van Bantimoeroeng Maros yang menggambarkan lokasi permandian Alam Bantimurung di Tahun 1900.

Gambar Gedung Lanraad di Maros tahun 1930 yang merupakan gedung pengadilan negeri Hindia Belanda untuk kalangan pribumi yang berlokasi di depan Masjid Agung Maros juga terpajang di Museum ini.

Gambar tertua di Museum Daerah Maros yakni koleksi troopen museum replika foto De Regent Van Maros Tahun 1870 yang menggambarkan Mappelawa Daeng Mattayang, Karaeng Marusu Ke 13 didampingi dua orang joa (pengawal) dan pelayan, serta Foto Padjoge Danseressen Te Maros (1870) yang memperlihatkan 3 orang penari berpakaian tradisional yang membawa kipas.

Foto : Pengelola Museum Daerah Kabupaten Maros Saat Berfoto Dengan Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Maros

2 komentar untuk “Penasaran Dengan Koleksi Museum Daerah Maros? Ini Dia Koleksinya”

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *