Perbup Nomor 33 Tahun 2015, Akan Diterapkan Di Rammang-Rammang

VISITmaros.com – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Maros, membahas penerapan kembali Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 33 Tahun 2015, tentang perubahan tarif dan retribusi tempat rekreasi dan olahraga di Kabupaten Maros.

Hal tersebut dilakukan saat Kadisbudpar Maros, Muh Ferdiansyah, beserta jajaran melakukan pertemuan dengan Wakil Bupati Maros, Andi Harmil Mattotorang, di Ruang Rapat Wakil Bupati Lantai II Kantor Bupati Maros, Rabu (6/3/2019).

Salah satu yang menjadi fokus perhatian, yakni kawasan karts Rammang – rammang. Sejak dituangkan dalam peraturan, kawasan Karst Rammang-rammang belum menerapkan retribusi yang telah ditentukan oleh Pemerintah Daerah.

Wakil Bupati Maros, Andi Harmil Mattotorang menjelaskan perbub lahir untuk mengatur bagaimana agar pemda melakukan pengembangan tempat wisata dalam upaya meningkatkan pelayanan dan peningkatan pendapatan asli daerah (PAD).

“Kita menginginkan melalui perubahan tarif retribusi ini, tempat rekreasi akan mengedepankan kenyamanan, keamanan dan juga peningkatan partisipasi masyarakat dalam pembangunan daerah,” sebutnya.

Senada dengan hal itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Muh Ferdiansyah, telah mengalokasikan dana khusus (DAK) guna menunujang hal sebagaimana dimaksud dalam Perbup Nomor 33 Tahun 2015.

“Bulan April kita sudah mengerjakan jalan setapak kurang dari 600 meter yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2019 Disbudpar. Kita akan melakukan sebuah perubahan, adapun masyarakat yang melakukan pengelolaan itu tetap jalan seperti biasa,” jelasnya Muh Ferdiansyah.

Lebih lanjut, untuk rencana kedepan, Muh Ferdiansyah mengemukakan akan terus berbenah guna menarik wisatawan berkunjung di Kabupaten Maros. Baik itu wisatawan lokal maupun mancanegara yang memang bertujuan untuk melakukan perjalanan ke Rammang-Rammang.

“Konsepnya bagaimana kita punya starting point agar kita bisa mendapatkan retribusi dari Rammang – rammang.Untuk besaran retribusi, terbagi dalam tiga rincian, diantaranya wisatawan lokal sebesar Rp10.000, wisatawan mancanegara sebesar Rp15.000 dan penggunaan dermaga sebesar Rp.10.000 perkepala setiap harinya”, pungkasnya.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *