Wisata Olahraga, Inovasi Konsep Wisata Baru Yang Akan Dikembangkan Disbudpar Maros

VISITmaros.com – Dalam upaya meningkatkan jumlah wisatawan yang berkunjung di Kabupaten Maros, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Maros, terus melakukan inovasi dengan mencoba melakukan terobosan baru di sektor pariwisata.

Selain upaya memaksimalisasi potensi wisata alam di kecamatan tahun 2019 ini, Disbudpar Kabupaten Maros juga akan mengembangkan konsep wisata olahraga.

Kepala Disbudpar Maros, Muh Ferdiansyah mengatakan, saat ini konsep wisata di Indonesia telah bergeser, tidak hanya travelling tapi juga melibatkan unsur olahraga di dalamnya. Menurutnya, beberapa kota besar di Indonesia menjadikan wisata olahraga sebagai bagian penting untuk menarik minat wisatawan berkunjung di suatu daerah.

Ferdiansyah menyebutkan, beberapa kota besar di Indonesia yang menjadi tujuan utama wisatawan, seperti Bali, Bandung, Jokjakarta, bahkan Ibu Kota Jakarta, telah menjadikan olahraga sebagai agenda wisata untuk mendatangkan wisatawan.

Untuk itu, dalam upaya menarik minat wisatawan berkunjung di Kabupaten Maros, Muh Ferdianyah mengemukakan juga akan mencoba mengembangkan konsep wisata olahraga, khususnya menyangkut olahraga lari.

“Untuk konsep wisata olahraga lari ini, kita akan menjalin kerjasama dengan komunitas pelari di Kabupaten Maros. Kita mencoba menerapkan konsep wisata olahraga seperti yang dilakukan beberapa kota besar lainya di Indonesia, seperti Bali Marathon, Bandung Marathon, dan Borobudur Marathon”, sebut Muh Ferdiansyah.

Sementara itu, mengenai upaya pengembangan konsep wisata olahraga Disbudpar Kabupaten Maros, mendapat tanggapan positif dari Ketua DPRD Maros, AS Chaidir Syam.

AS Chaidir Syam mengatakan, pihaknya akan mendukung penuh konsep wisata olahraga yang akan digagas Disbudpar Maros itu. Menurutnya, potensi wisata yang dimiliki Kabupaten Maros tidak kalah dengan daerah lainnya.

“Maros sangat layak dijual untuk pengembangan wisata olahraga. Banyak kelebihan yang dimiliki Maros dibanding daerah lain di Sulsel, salah satunya keberadaan bandara Internasional Sultan Hasanuddin. Kita tidak perlu jauh-jauh menikmati keindahan alam Sulsel. Cukup dengan jarak tempuh hanya sekitar 30 menit, area persawahan, deretan pegunungan karst, alam pedesaan yang sejuk, serta masyarakat yang ramah, semua bisa dinikmati di Kabupaten Maros”, sebut Chaidir Syam.

Lebih jauh, Chaidir Syam mengemukakan, dengan mengembangkan konsep wisata olahraga sangat penting untuk didukung oleh seluruh masyarakat Maros. “Ada dua hal yang positif didapat dari wisata olahraga, yaitu tarvelling dan juga kesehatan. Karena berwisata sambil berolahraga tentu sangat baik untuk menjaga kesehatan”, pungkas Chaidir.

Foto : Komunitas Pelari Maros Runners saat berfoto di Air Terjun Lacolla, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Maros

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *